Mari Tabayyun

Pernahkah kita sejenak mengamati fenomena yang sedang terjadi di kehidupan masyarakat kita. Dimana kali ini dapat diamati kita memasuki sebuah era tentang keterbukaan informasi, dimana kita bisa menerima beragam informasi dengan mudah dan cepat. Kita hanya tinggal menggerakkan jari-jari kita diatas remote tv, hp dan barang elektronik lainnya, maka niscaya kita akan mendapatkan informasi atau berita yang diinginkan.

Namun perlu juga kita ketahui, berbagai macam informasi yang kita terima dengan mudah dan cepat itu tak mengandung sebuah resiko. Karena ada juga diantara berita itu juga masih belum jelas benar dari sisi kebenarannya. Atau bisa dikatakan sebuah berita bohong yang untuk sekarang ini biasa kita kenal yaitu berita hoax. Berita semacam ini seolah sengaja di sebarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab guna menciptakan situasi yang kurang kondusif di tengah kehidupan bermasyarakat kita.


Maka dari itu perlulah kita juga berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang kita dapatkan. Tak semuanya ditelan mentah-mentah ataupun tergesa-gesa dalam menyikapinya. Perlulah kita telaah informasi itu secara lebih mendalam sampai jelas benar kebenarannya. Seperti sebuah ungkapan dari seorang ulama Arab Saudi sana yaitu :
Syaikh Saleh Fauzan : “Hendaknya kita pelan-pelan dalam menanggapi suatu perkataan, tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa menghukumi orang, hendaknya bertabayyun.


Nah sekarang kita berbicara soal tabayyun. Tabayyun sendiri bisa kita artikan dengan “mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar”. Maksudnya telitilah berita itu dengan cermat, dengan pelan-pelan, dengan lembut, tidak tergesa-gesa dalam menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga nantinya bisa menghasilkan keputusan yang benar. Hal semacam ini juga berlaku ketika kita mau menyebarkan informasi kepada orang lain.


Tabayyun di sini juga bisa dikatakan sebagai sebuah kebiasaan yang sudah selayaknya dilakukan oleh umat islam. Karena tabayyun ini juga sudah terbukti dapat dijadikan sebuah alat untuk memecahkan berbagai permasalahan dari masa ke masa. Dari dulu pada masa kenabian, sahabat, kerajaan dinasti islam dimana islam mencapai puncak kejayaannya hingga masa sekarang ini. hal itu bisa tejadi karena tabayyun itu sendiri sebuah metode untuk mengklarifikasi sekaligus analisis informasi dan situasi serta problem yang sedang dialami umat muslim.

Seperti firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 6
Yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Pada ayat lain Allah juga berfirman dalam surat Al-Isra ayat 36
Yang artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti suatu yang tidak kamu ketahui. Kerena pendengaran, pengelihatan dan hati nurani, senua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”

Kedua ayat tersebut mengandung makna yang selaras dan saling melengkapi dengan ayat yang lainnya. Ayat pertama menyebutkan keharusan bertabayyun terhadap adanya suatu berita atau informasi agar kita tak menimpakan sebuah keburukan kepada suatu kelompok yang kita sendiri tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai akibat kekurang jelian kita mengolah informasi. Sedangkan pada ayat kedua menyiratkan untuk tidak mengikuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas kebenarnnya. Karena nantinya segala hal yang kita lakukan entah itu pendengaran, pengelihatan, bahkan yang paling rahasia yaitu hati kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.


Mengapa kita harus menerapkan sikap tabayyun ini? Seperti yang telah saya jelaskan di bagian awal tadi. Dengan kehati-hatian kita dalam mengolah informasi, maka secara langsung ataupun tidak langsung akan menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah. Misalnya saja ghibah, prasangka-prasangka buruk, hingga perbuatan zhalim.


Setelah kita mencermati secara cukup gamblang, maka saya di sini bisa mengambil sedikit kesimpulan bahwa, sikap tabayyun ini mirip dengan berbaik sangka atau husnudzan. Keduanya menghindarkan kita dari sifat berprasangka buruk atau suudzan di awal. Jadi, tak ada ruginya jika kita senantiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hidup akan menjadi nyaman , semua prasangka buruk bisa berkurang, hubungan sosial kemasyarakatannyapun akan menjadi lebih damai, nyaman, rukun dan tentram.

Related Posts:

0 Response to "Mari Tabayyun"

Posting Komentar