Jangan Pernah Menyerah

Perubahan merupakan suatu hal yang tak mungkin di hindari bagi setiap makhluk yang ada di dunia ini. Entah itu perubahan yang bersifat fisik ataupun pola pikir dan kerohaniannya. Untuk perubahan yang bersifat fisik atau jasmaniah ini sangat mudah sekali dilihat dengan perubahan bentuk fisiknya dan sedari anak-anak hingga menjadi orang tua. Perubahan yang seperti ini sifatnya seperti hukum alam dan sudah menjadi kodrat semua manusia tanpa dia bisa menolak. Hal ini akan berbeda jika kita melihat perubahan yang sifatnya pola pikir/rohaniahnya.

Perubahan yang bersifat rohaniah ini merupakan perubahan yang cenderung mengarah ke sikap pribadi masing-masing individu tergantung cara berpikir orang itu. Perubahan ini juga dapat terjadi kepada siapa saja, namun perubahan yang bersifat rohaniah ini nantinya akan bermuara ke arah kebaikan atau keburukan sikap sesorang. Menyinggung perubahan sikap yang menuju ke arah kebaikan, sudah barang tentu akan banyak sekali tantangan , rintangan, cobaan yang akan dihadapi. Tidak jarang orang yang berusaha berubah ke arah kebaikan yang lebih populer dengan kata HIJRAH itu menyerah di tengah jalan. Mungkin hal inilah yang menggugah dan menggusarkan pikiran seorang Aldilla Dharma Wijaya untuk berusaha memberikan sumbangsih dari buah pemikiran dan pengalamannya dalam sebuah wujud yang nyata yaitu dengan terbitnya buku JANGAN PERNAH MENYERAH(Sebab Allah bersama kita) 


Buku yang berjudul Jangan Pernah Menyerah ini merupaka karya pertama oleh komunitas @BeraniBerhijrah yang diprakarsai sendiri oleh penulis buku ini. Buku setebal 201 halaman dikemas secara menarik ke dalam 3 bagian utama yang tentunya semakin memudahkan pembaca di dalam menangkap esensi atau intisari yang disampaikan oleh penulis yaitu mengajak pembaca untuk berani dan beristiqomah berubah dan berhijrah ke arah kebaikan.


Pada bagian yang pertama ini penulis mengajak kepada para pembacanya untuk melakukan muhassabah pada diri masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar pembaca semua lebih mengenal dirinya sendiri. Di sini kami rasa penulis berhasil untuk melakukan itu, dengan gaya bahasa yang ringan dan mengalir membuat pembaca serasa tersugesti oleh statement-statement yang disuguhkannya. Sehingga secara tidak sadar akan meng-amini segala hal yang ada di buku ini. Di akhir bagian ini penulis mengungkapkan sebuah kalimat penutup yang seolah-olah merupakan rangkuman atau intisari dari bagian ini.


Pada bagian selanjutnya yang merupakan inti dari buku ini, penulis mengajak pembacanya untuk menyelami lebih dalam diri mereka sendiri. Kemudian mendorong pembacanya untuk keluar dari comfort zone agar segera melakukan perubahan ke arah yang labih baik.

Pada bagian ini penulis menjadikannya ke dalam beberapa bab. Di mana disetiap babnya penulis menyajikan statement2nya dengan gaya bahasa yang lugas namun bermuara ke arah yang pasti yaitu perubahan itu sendiri. Selain itu penulis juga menggunakan beberapa key statement yang berfungsi sebagai penegas sekaligus rangkuman. Hal ini juga membantu pembaca di dalam memahami intisari dari buku ini yang sebenarnya agak berat. Selain itu, key statement juga berhasil menyentil atau mengugah hati nurani pembaca. Pada beberapa bagian penulis juga menyuguhkan berbagai gambar ilustrasi di awal bab yang menggambarkan isi dari bab itu.


Pada bagian terakhir ini penulis menutupnya dengan sangat epic, yaitu dengan menutup dengan bab yang berjudul Hijrah Cinta. Menurut kami inilah sebenarnya intisari dari buku ini. Dimana pembaca diajak untuk memaknai hijrah yang sebenar-benarnya yaitu bagaimana kita berhijrah untuk bisa mendapatkan cintaNya. Karena pada dasarnya tujuan hijrah kita semata untuk mendapatkan ridhoNya.

Sebagai penutup Review ini  kami ingin mengungkap sebuah key statement yang disampaikan oleh penulis yang sangat menyentil hati kami... "KETIKA ENGKAU TIDAK MENGETAHUI HARUS MEMULAI DARI MANA UNTUK MEMPERBAIKI DIRI MAKA MULAILAH UNTUK MEMPERBAIKI SHALATMU"



Related Posts:

0 Response to "Jangan Pernah Menyerah"

Posting Komentar