Tokoh Pembaharuan Islam di Mesir

       Sejarah Pendidikan Di Mesir
Sejarah pendidikan di mesir ditandai dengan kedatangan Napoleon Bonaparte menguasai Mesir sejak tahun 1798 M. Ini merupakan momentum baru bagi sejarah umat Islam, khususnya di Mesir yang menyebabkan bangkitnya kesadaran akan kelemahan dan keterbelakangan mereka. Kehadiran Napoleon Bonaparte di samping membawa pasukan yang kuat, juga membawa para ilmuwan dengan seperangkat peralatan ilmiah untuk mengadakan penelitian.

Hal inilah yang membuka mata para pemikir-pemikir Islam untuk melakukan perubahan meninggalkan keterbelakangan menuju modernisasi di berbagai bidang khususnya bidang pendidikan. Upaya pembaharuan dipelopori oleh Muhammad Ali Pasya, kemudian diikuti oleh pemikir-pemikir lainnya.
Tokoh-Tokoh Pembaharuan Pendidikan Di Mesir
1.    Muhammad Ali Pasya
Beliau adalah seorang keturunan Turki, lahir di Kawalla Yunani pada tahun 1765 M., meninggal di Mesir pada tahun 1849 M. Sejak kecil ia membantu orang tuanya mencari nafkah sehingga tidak sempat masuk sekolah. Karena kecakapannya, beliau dipercaya oleh Gubernur Usmani dan kemudian masuk Dinas Militer dan berhasil menjadi perwira.
Setelah ekspedisi Napoleon Bonaparte, muncul dua kekuatan besar di Mesir yakni kubu Khursyid Pasya dan kubu Mamluk. Muhammad Ali mengadu domba kedua kubu tersebut, dan akhirnya berhasil menguasai Mesir. Rakyat semakin simpati dan mengangkatnya sebagai wali di Mesir.
Posisi inilah kemudian memungkinkan beliau melakukan perobahan yang berguna bagi masyarakat Mesir.
2.    Al-Tahtawi
Nama lengkapnya adalah Rifa’ah Badwi Rafi’, lahir pada tahun 1801 M. di Thahtha, dan meniggal di Kairo pada tahun 1873 M. Ketika berumur 16 tahun, ia pergi ke Kairo dan belajar di         al-Azhar. Karena kepintarannya, ia diutus oleh Muhammad Ali ke Paris guna mendalami bahasa asing dan mempertajam wawasan keagamaan dengan mengkaji teks-teks modern.
Beliau sangat berjasa dalam meningkatkan ilmu pengetahuan di Mesir karena menguasai berbagai bahasa asing dan berhasil mendirikan sekolah penerjemahan dan menjadikan bahasa asing tertentu sebagai pelajaran wajib di sekolah.
3.    Muhammad Abduh
Muhammad Abduh lahir di Mesir pada tahun 1849. ayahnya berasal dari Turki, sedangkan ibunya keturunan Arab.
Abduh adalah salah seorang murid Afgani. Beliau sangat terkenal khususnya dalam bidang pemikiran rasional sehingga digelar New Muttazilah. Namun demikian, beliau tidak ketinggalan dalam bidang pendidikan, bahkan setelah menamatkan studinya di al-Azhar pada tahun 1877, beliau mengajar di berbagai tempat termasuk di almamaternya sendiri.
4.    Rasyid Ridha
Ridha adalah murid Muhammad Abduh yang terdekat. Ia lahir pada tahun 1865 di al-Qalamun (Libanon). Menurut keterangan, ia berasal dari keturunan al-Husain, cucu Nabi saw. Oleh karena itu, ia bergelar “al-Sayyid” di depan namanya.
Rasyid Ridha sangat terkenal bersama dengan Abduh (gurunya) menerbitkan majalah al-Manar  yang kemudian menjadi sebuah tafsir modern yang bernama Tafsir al-Manar.
5.    Jamaluddin al-Afgany
Beliau lahir di As’adabad, dekat kota Kan’an di Kabul Afganistan pada tahun 1813 M. dan meninggal di Istambul pada tahun 1887 M. Nama lengkapnya adalah Sayyid Jamaluddin al-Afgani ibn Safar. Ia adalah keturunan Sayyid Ali al-Turmudzi. Jika ditelusuri keturunannya, maka berasal dari Husain ibn Ali ibn Abi Thalib. Hal ini tercermin dari gelar Sayyid yang disandangnya.
Afgany terkenal sebagai muballig kondang dan suka berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya untuk membangkitkan semangat umat Islam untuk bangkit melawan penjajah Barat secara bersatu. Salah satu idenya yang sangat terkenal adalah Pan Islamisme. Oleh karena itu, beliau lebih dikenal sebagai tokoh pembaharu di bidang politik dibandingkan pembaharu di bidang pendidikan

Related Posts:

0 Response to "Tokoh Pembaharuan Islam di Mesir"

Posting Komentar