Bimbingan Belajar

Posted by akhied pratama Wednesday, April 10, 2013 0 comments
A. Definisi Bimbingan
Pada umumnya bimbingan merupakan bantuan, tetapi tidak semua bantuan adalah bimbingan. Banyak yang telah merumuskan pengertian bimbingan, seperti beberapa tokoh di bawah ini.
Menurut Crow & Crow, bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik pria maupun wanita, yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seorang dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri (Crow and Crow, dalam buku Ennan Amti, 1991 : 2).
Seiring dengan pengertian di atas, Eddy Hendrono dkk (1978 : 21) mengatakan
bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada terbimbing agar tercapai pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
Sedangkan Prayitno dan Ennan Amti (1994 : 104) memberikan batasan-batasan sebagai berikut:Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa individu baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Berdasarkan batasan-batasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan mencerminkan akal pemikiran yang luas, jauh dari sekedar hanya memberikan informasi saja atau mengarahkan ke satu tujuan saja.
B. Definisi Belajar
Konsep tentang belajar telah benyak didefinisikan oleh banyak pakar psikologi. Diantaranya Gagne dan Berliner (1983 : 252) menyatakan bahwa balajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman.
Berbeda dengan Morgan dan et.al (1986 : 140) yang mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik/pengalaman. Selain itu Slavin (1994 : 152) juga mengatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman.
Sedangkan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan Disposisi/kecakapan manusia yang berlangsung selama periode waktu tertentu dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan.
Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan.
C. Hakekat Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar adalah layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajar atau dapat mangatasi kesulitan belajar (P3G,1996:6).
 Sedangkan menurut Stoops dan Walquist, bimbingan belajar adalah proses yang terus-menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya baik pada dirinya maupun orang lain.[1] Menurut A. J. Jones, bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya.[2]
Jadi, dapat kita simpulkan dari beberapa definisi diatas yakni hakekat bimbingan belajar adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih dalam banyak hal untuk diberikan kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya.
D. Perlunya Bimbingan Belajar
Seperti diuraikan sebelumnya bimbingan belajar merupakan salah satu usaha yang perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan belajar yang maksimal. Pelaksanaan bimbingan dilatar belakangi oleh beberapa aspek. Diantaranya aspek psikologis, kultural atau sosial budaya, dan pedagogis.
Latar belakang psikologis dalam proses pendidikan, siswa sebagai subjek didik merupakan pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan kemampuan anak dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru. Selanjutnya Ahmadi dan Pupriyono ( 1991 ) memaparkan bahwa kemampuan belajar pada setiap individu siswa tidak sama; ada yang cepat dan ada yang lambat menangkap isi pelajaran. Oleh karena itu, guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membantu siswa agar berhasil dalam belajar yaitu dengan memberikan bimbingan belajar.
Latar belakang kultural atau sosial budaya, kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang diberikan di sekolah dengan tujuan agar siswa berhasil dalam bidang pendidikan dan pada akhirnya siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Meskipun demikian, masih saja ada siswa yang belum berhasil. Karena alasan inilah, peran guru sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan belajar kepada siswa yang belum berhasil.
Latar belakang pedagogis, bimbingan belajar mempunyai peranan yang amat penting dalam pendidikan yaitu membantu setiap pribadi anak didik agar berkembang secara optimal dan berhasil dalam kegiatan pembelajaran.
Sebagai pendidik, tugas dan tanggung jawab guru yang paling utama ialah mendidik, yaitu membantu subjek didik untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Sebelum memberikan bimbingan belajar kepada siswa, guru diharuskan mengenal dan memahami tingkat perkembangan anak didik, sistem motivasi atau kebutuhan, pribadi, kecakapan dan kesehatan mental yang dimiliki oleh siswa sebelum berhasil dalam belajar.
E. Tujuan Bimbingan Belajar
Layanan bimbingan dimaksudkan untuk membantu peserta didik dalam membantu mengembangkan potensinya, oleh karena itu peserta didik diharapkan untuk memahami dirinya sendiri, harapan dan cita-citanya ke depan. Jadi sebenarnya bimbingan belajar tidak hanya dikhususkan bagi peserta didik yang bermasalah.
Pada dasarnya bimbingan belajar memiliki 2 tujuan yaitu umum dan khusus. Adapun tujuan umum meliputi:
1.    Peserta  didik mampu memahami dan menyesuaikan  dirinya dengan lingkungan, ke arah  perkembangan yang  lebih baik.
2.   Peserta didik memiliki kemampuan dalam memilih dan menentukan arah perkembangan dirinya, mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya dan bagi lingkungannya. 
3.    Memiliki produktivitas dan kesejahteraan hidup.[3]

Sedangkan tujuan khusus dari bimbingan belajar meliputi :
1.    Perkembangan aspek pribadi-sosial, yang akan membantu siswa agar memiliki kesadaran diri, mengembangkan sikap positif, membuat pilihan secara sehat, mampu menghargai orang lain, memiliki rasa tanggung jawab, mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi dan dapat menyelesaikan konflik.
2.    Perkembangan belajar, yang akan membantu siswa, agar dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif, dapat menetapkan tujuan dan perencanaan dalam pendidikan, mampu belajar secara efektif, memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi.[4]
F. Fungsi Bimbingan Belajar        
Fungsi bimbingan belajar adalah sebagai berikut:
1.    Fungsi pemahaman, membantu peserta didik agar memiliki pemahaman sesuai potensi dirinya dan lingkungannya.
2.    Fungsi preventif, berkaitan dengan upaya untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya.
3.    Fungsi penyembuhan, memberikan bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah baik menyangkut aspek pribadi, sosial, maupun belajar.
4.    Fungsi pengembangan, untuk menciptakan ruang belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan peserta didik.
5.    Fungsi penyesuaian, membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat secara kontekstual, dinamis, dan konstruktif.
6.    Fungsi penyaluran, membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan sesuai dengan bakat dan keahlian.
7.    Fungsi perbaikan, membantu peserta didik sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan, dan bertindak (berkehendak).
8.    Fungsi pemeliharaan, membantu peserta didik supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta



[1] Jamal Ma’mur Asmani, Panduan Efektif Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jogjakarta: Diva Press, 2010), hlm.31-32
[3] Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 237
[4] Jamal Ma’mur Asmani, Panduan Efektif Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jogjakarta: Diva Press, 2010), hlm.52
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Bimbingan Belajar
Ditulis oleh akhied pratama
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://united-akhied.blogspot.com/2013/04/bimbingan-belajar.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of islamic studies.