Media Pembelajaran



Media dan Ciri-Ciri Media
Oleh: Akhid Nur Kholis P

    A.    Pengertian Media
Media berasal dari kata medius (dari bahasa Latin) yang berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media berarti perantar (وَسَائِل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secaragarisbesar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Menurut AECT, media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Menurut National Education Association, media sebagai bentuk-bentuk komunikasibaik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya; dengan demikian media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca.
Menurut Fleming (1987) menggunakan istilah mediator yakni media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antar dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Selain itu pembelajaran juga membutuhkan peran mediasi. Heinich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Hamidjojo dalam Latuher (1993) sejalan dengan hal ini.
Media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.Media pembelajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam proses pembelajaran antara pengajar dan pembelajar. Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Dengan demikian, media pembelajaran mengandung aspek sebagai alat dan sebagai teknik yang sangat erat kaitannya dengan metode mengajar .

    B.     Teori-teori penggunaan Media
Menurut  Bruner (1966) ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman piktorial/gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic).
Levie & Levie (1975) menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengingatt kembali, dan menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Sedang stimulus verbal memberikan hasil maksimal apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang berurut-urutan (sekunsial). Konsep dual coding hypothesis (hipotesis coding ganda) dari Paivio (1971) mengatakan bahwa ada dua sistem ingatan manusia, satu untuk mengolah simbol-simbol verbal kemudian disimpan dalam bentuk proposisi image, dan yang lainnya untuk mengolah image nonverbal yang kemudian disimpan dalam bentuk proposisi verbal.
    C.    Ciri-ciri Media
Ada tiga ciri media menurut Gerlach & Ely (1971), yaitu:
1.      Ciri Fiksatif (Fixative Properti)
Ciri ini menggambarkan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek.  Contohnya, prosedur laboratorium direkam dengan kamera video.
2.      Ciri Manipuatif (Manipulative Property)
Ciri ini memungkinkan media mentransformasikan suatu kejadian atau objek. Contohnya, proses larva menjadi kupu-kupu yang butuh waktu lama dapat dipercepat dengan manipulasi pada video atau teknik rekaman fotografi.
3.      Ciri Distributif (Distributif Property)
Ciri ini memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Contohnya, rekaman video tentang larva diupload ke internet dan didownload serta digunakan oleh kelompok lain.
Sedangkan media pembelajaran selain memiliki ciri-ciri umum diatas, ada juga ciri-ciri yang lain, diantaranya:
1.      Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera.
2.      Media pembelajaran memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak) yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
3.      Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.
4.      Media pembelajaran memiliki  pangertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
5.      Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
6.      Media pembelajaran dapat digunakan secara masal (misalnya radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).
7.      Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Sumber :
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta. Rajawali Pers.
Siddik, Muhammad. Karakteristik Media Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Di Sekolah Menengah Atas (SMA) . diunduh dari http://sumut.kemenag.go.id/

Related Posts:

0 Response to "Media Pembelajaran"

Posting Komentar