Kompetensi Personal

Posted by akhied pratama Friday, November 16, 2012 0 comments


A. Pengertian Kompetensi
            Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.045/U/2002, kompetensi diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat  untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Selanjutnya menurut Peraturan Pemerintah RI No 19 Undang-undang tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28, pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi kepribadian, sosial, paedagogik dan profesional.[1]
          Kompetensi kepribadian guru mencakup sikap (attitude), nilai-nilai (value) kepribadian (personality) sebagai elemen perilaku (behaviour) dalam kaitannya dengan
 performance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaanyang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, peningkatan kemampuan dan pelatihan, serta legalitas kewenangan mengajar.WR Houston (1974:4) bermakna, bernilai sosial dan memenuhi standar karakteristik tertentu yang diakui oleh kelompok profesinya atau oleh warga masyarakatnya.[2]
Berdasarkan uraian di atas, maka kompetensi guru berarti suatu kemampuan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai agen pembelajaran, dengan memiliki pengetahuan yang luas serta kewenangan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan berkualitas, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Kepribadian ialah kumpulan sifat-sifat yang aqliah, jismiah, khalqiyah dan iradiah yang biasa membedakan seseorang dengan orang lain (Slamet Yusuf:37). Sehingga kompetensi kepribadian guru adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Subkompetensi mantap dan stabil memiliki indicator esensial yakni bertindak sesuai dengan hokum, bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur.

B. Pengertian Kompetensi personal
            Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari.Hal ini dengan sendirinya berkaitan erat dengan falsafah hidup yang mengharapkan guru menjadi model manusia yang memiliki nilai-nilai luhur.
            Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia.  Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik.
Kepribadian disini mencakup semua unsur, baik fisik maupun psikis.Sehingga dapat diketahui bahwa setiap tindakan dan tingkah laku seseorang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, selama hal tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran. Setiap perkataan, tindakan, dan tingkah laku positif akan meningkatkan citra diri dan kepribadian seseorang. Begitu naik kepribadian seseorang maka akan naik pula wibawa orang tersebut.
            Dalam kaitan ini, Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226)  menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah).
C. Indikator kompetensi personal guru
Dalam Standar Nasional Pendidikan, pasal 28 ayat (3) butir b dikemukakan bahwa kompetensi kepribadian adalah kemampuan yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, serta menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
1.      Kepribadian yang mantap dan stabil
Dalam hal ini untuk menjadi seseorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil.Ini penting karena banyak masalah pendidikan yang disebabkan oleh faktor kepribadian guru yang kurang mantap dan kurang stabil. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).[3]
2.      Kepribadian yang Dewasa
Kepribadian yang dewasa dari seorang guru menam[ilkan kemandirian bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik. Maknanya, guru melaksanakan tugasnya bukan semata-mata pemenuhan kewajiban melainkan karena kemauan yang muncul dari dalam dirinya untuk melayani. Hal ini hanya bisa terjadi bila guru dalam melaksanakan tugasnya dilandasi dengan keikhlasan yang nantinya akan memunculkan etos kerja yang tinggi. Guru menjadi tidak membatasi diri pada berapa menit ia dibayar, melainkan sepanjang segala waktu ia siap melayani kliennya.
3.   Kepribadian yang arif
Kepribadian arif akan membuat guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Ini penting karena pada dasarnya yang dilakukan oleh guru adalah mengajarkan pola pikir terbuka kepada anak didiknya.Pola pikir terbuka memeungkinkan seseorang mencapai kemajuan yang diharapkan.
4.      Kepribadian yang Beribawa
seorang guru harus memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.Hlal ini bukan berarti guru harus tampil ‘sangar’, kaku, ataupun ‘jaim’ yang dibuat-buat. Guru hendaknya dapat menampilkan dirinya sebagai sosok bersahaja tetapi bernas. Bila ini bisa dilakukan, maka anak didik atau masyarakat sekalipun akan segan kepadanya. Maknanya, kewibawaan yang dikehendaki bukanlah kewibawaan semu melainkan karena perilaku gurumembuatnya berharga di mata sekelilingnya.
5.      Kepribadian yang berakhlak mulia dan menjadi teladan peserta didik
seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma religius. Bukan berarti harus menampilkan identitas keber-agamaan-nya secara mencolok, melainkan dalam bentuk berpikir dan bertindak harus menyandarkan diri pada aspek religiusitas.[4]

D.                Ruang lingkup kompetensi personal
Ruang lingkup kompetensi kepribadian guru tidak lepas dari falsafah hidup, nilai-nilai yang berkembang di tempat seorang guru berada, tetapi ada beberapa hal yang bersifat universal yang mesti dimiliki oleh guru dalam menjalankan fungsinya sebagai makhluk individu (pribadi) yang menunjang terhadap keberhasilan tugas pendidikan yang di embannya.
·         Kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru antara lain sebagai berikut:
1.      Guru sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa berkewajiban untuk meningkatkan iman dan ketaqwaannya kepada Tuhan, sejalan dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
2.      Guru senantiasa berhadapan dengan komunitas yang berbeda dan beragam keunikan dari peserta didik dan masyarakatnya maka guru perlu untuk mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam berinteraksi dengan peserta didik maupun masyarakat.
3.      Guru memiliki kelebihan dibandingkan yang lain
4.      Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berfikir kritis di masyarakat
5.      Guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisnya.
E.  Upaya untuk meningkatkan Kompetensi personal guru
1.      Diklat Kepribadian/Personality Training
Secara garis besar, pendidikan dan pelatihan (Diklat) dapat diartikan sebagai akuisisi dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang memampukan manusia untuk mencapai tujuan individual dan organisasi saat ini dan di masa depan (Bambrough, dalam Mendiknas 2003).
            Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah no 101 th 2000 psl 2 disebutkan bahwa salah satu tujuan diklat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas dan jabatan dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.[5]
2.      Quetsionare
Questionnaire adalah daftar pertanyaan tertulis yang harus dijawab oleh sejumlah orang yang khususnya untuk mengumpulkan data.Untuk keperluan penataan kepribadian guru, lembarquestionnaire ini diisi oleh siswa/rekan sejawat/ kepala sekolah secara rutin pengisian bisa dengan/tanpa identitas pengisi. Hasil Questionnaire  bisa dihitung dan disimpulkan sendiri oleh masing-masing guru berdasarkan petunjuk penghitungan. Dari hasil kesimpulan ini maka guru bisa menilai dirinya sendiri sebaik/seburuk apa dia menurut penilaian orang lain. Hal ini akan membantu guru dalam proses intropeksi/mengenal diri.
            Menurut Sawitri, mengenali diri maksudnya adalah memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat dengan menyadari segi keunggulan yang dimiliki maupun segi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri. Diharapkan, penilaian obyektif ini bisa memacu guru untuk melakukan perubahan sikap yang semakin baik.[6]
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kompetensi Personal
Ditulis oleh akhied pratama
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://united-akhied.blogspot.com/2012/11/kompetensi-personal.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of islamic studies.